Joe Sihombing & Muslim Ritonga Tewas Ditempat Kerja

0
3014

DEMIMASA.CO.ID
Batam-Dua orang pekerja yang meninggal dunia di PT Bandar Abadi Shipyard diduga karena kelalaian kerja. pada hari Sabtu 9/6/2018.
Informasi yang dihimpun oleh tim media ini  faktaaktual.com.adapun  korban yakni J.S  dan Muslim Ritonga (24).
Keduanya merupakan pekerja subkontrak PT Sukses Jonatan (SJ) yang ditugasi untuk membuka tutup tanki di dalam kapal tongkang. Saat itu, Mulim ritonga disuruh oleh Formennya membuka menhole yang ada dikapal tongkang 3288, setelah itu Joe Sihombing disuruh untuk memasang lampu didalam tenki kapal yang sama, tidak berapa lama, kedua pekerja tersebut ditemukan sudah tergeletak dan tidak bernyawa lagi.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafrudin Dalimunthe saat dikonfirmasi, Minggu 10/6/2018, sore membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja yang menewaskan dua orang korban. Ia mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan proses olah tempat kejadian perkara.

“Polsek dapat informasi sikitar pukul empat sore. Kemudian kita ke lokasi untuk melakukan rangkaian penyelidikan,” kata Kapolsek Batuaji.

Dilanjutkannya, kedua korban sempat dibawa ke RSUD Embung Fatimah, kemudian ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan otopsi. Dan pada Minggu pagi, jenazah Muslimi Ritonga langsung diterbangkan ke kampung halamannya, Ratau Parapat, Sumatera Utara.

“Untuk korban Joe Sihombing dimakamkan di Batam,” ujarnya.
Kapolsek Batu Aji menambahkan, sampai dengan Minggu sore, pihaknya belum juga menerima hasil visum dan otopsi dari RS Bhayangkara Polda Kepri. Untuk saat ini, penyidik masih fokus memeriksa saksi-saksi dari pihak PT SJ dan PT Bandar Abadi Shipyard.

Joe Sihimbing dan Muslim Ritonga yang korban di perusahaan Bandar Abadi Spyard, Tanjung Uncang.
“Sampai sekarang sudah ada 7-8 orang saksi yang kita periksa. Kita belum bisa menyimpulkan hasilnya dan penyebab kecelakaan kerja tersebut,” jelasnya.

Ditegaskan Kapolsek, kapal tongkang tempat kejadian perkara sudah dipasang garis polisi. Pihak PT Bandar Abadi Shipyard dan PT SJ belum bisa melakukan aktivitas di dalam lokasi yang sudah dipasang garis polisi.

“Setelah saksi-saksi diperiksa, kita juga akan memanggil pihak Disnaker Batam sebagai ahli untuk mengetahui prosedur dan SOP mengenai pekerjaan yang mengakibatkan dua korban tewas,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun  dilokasi suasana rumah duka, Joe telah  dimakamkan Senin 11/6/2018 di Sei Tamiang. Orang tua korban sering pingsan saat menangisi anaknya yang dikenal baik dan penurut.
(Gp/Tim).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here