Menteri Luhut B.Panjaitan Temui Keluarga Korban &Jelaskan Terkait Berhentinya Proses Evakuasi

0
44

DEMIMASA.CO.ID-SIMALUNGUN
Tragedi tenggelamnya KM.Sinar Bangun di danau  Toba yang menelan Ratusan nyawa yaitu tidak lain penumpang kapal itu sendiri. Atas itu keluarga korban sangat terpukul atas tragedi  yang memilukan tersebut,dan mereka masih berharap bisa bertemu dan melihat keluarganya yang menjadi korban meski itu hanya  jasadnya saja.
terkait hal ini upaya atau tindakan pemerintah telah berusaha keras untuk mengevakuasi badan kapal KM.Sinar Bangun beserta jasad korban yang masih ada didalam kapal tersebut.Namun upaya untuk mengevakuasi jasad korban dan badan kapal harus terhenti karena berbagai pertimbangan.

Korban dan badan kapal KM.sinar Bangun
Diketahui berada didasar danau dikedalaman 450 meter sehingga Basarnas dan tim yang ikut dalam pencarian Kapal motor tersebut harus menghentikan misinya,karena proses evakuasi dinilai sangat tidak memungkinkan.
tragedi tenggelam nya kapal ini menjadi duka mendalam terlebih keluarga korban,dan bahkan telah menjadi perhatian secara Nasional hingga kemanca negara.upaya pemerintah Indonesia dalam hal pencarian beberapa Minggu telah dilakukan semaksimal mungkin,meski pada akhirnya mengumumkan akan menghentikan disebabkan pertimbangan yang sudah matang.

Beberapa hari lalu panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan ikut terjun kedanau Toba untuk melihat langsung proses pencarian dan turut berduka atas tragedi ini.disamping itu Menteri kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akhir ini juga turut hadir menemui para keluarga korban,dalam kehadirannya Luhut Menyampaikan duka citanya atas kejadian itu.dan memberikan keterangan kepada keluarga para korban.adapun penjelasan yang disampaikan oleh Luhut B.Panjaitan terkait penghentian Proses evakuasi korban telah kami kutip secara keseluruhannya dari akun media sosial yang ditulisnya.inilah pertimbangannya sehingga proses evakuasi dihentikan pemerintah.

“Kemarin memang saya merasa harus berangkat ke Danau Toba untuk bertemu langsung keluarga korban KM Sinar Bangun. Saya hanya ingin ada bersama mereka di masa-masa sulit. Karena saya tahu apa rasanya kehilangan”.

“Saya ingat betul ketika dulu melihat kondisi para korban jatuhnya pesawat Airbus A320 AirAsia QZ8501 di Selat Karimata pada 2014. Jasad mereka sudah tidak utuh ketika diangkat. Ada badan tanpa kepala, ada sepotong tangan, ada juga potongan-potongan tubuh lainnya berserakan. Jika keluarga harus melihat itu, pasti akan lebih menyakitkan. Saya tahu itu”.

“Maka saya jelaskan bahwa pengangkatan KM Sinar Bangun dan jenazah korban dari segi teknis memang tidak mungkin dilakukan. Kalau dipaksakan diangkat, bisa hancur. Karena ketika diangkat per 10 meter, tekanan itu 1 bar. Maka kalau kedalamannya 450 meter itu sama dengan 45 bar, sehingga kapal bisa meledak”.

“Ahli dari kementerian saya juga melihat dampak dari segi reaksi kimianya. Katakanlah kapal berhasil diangkat sampai atas, ada resiko timbulnya keracunan H2SO. Saya yakin tentu tidak ada seorangpun dari kita yang mengharapkan ada korban tambahan”.

“Demikianlah BPPT, KNKT, Basarnas, Polisi, TNI, pemda, Kemenko Maritim dan semua unsur pemerintah sudah berdiskusi panjang dan memperhitungkan semua aspek”.

“Menurut saya, paling bagus yang bisa dilakukan adalah membuat monumen peringatan. Semua pihak sudah sepakat. Hari ini saya dilapori Pak JR Saragih, bahwa acara peletakan batu pertama monumen itu berjalan baik, dengan tingkat kehadiran 85%”.

“Yang kedua, 24 pelanggaran hasil temuan KNKT terkait KM Sinar Bangun sudah ada di meja saya. Hari ini saya mengundang para Bupati dan Kapolres terkait untuk menindaklanjutinya. Saya juga minta agar semua pelabuhan di kawasan Danau Toba harus dikelola oleh Syahbandar, sehingga ada sertifikasi pada setiap kapal. Pemilik kapal juga akan dilarang untuk merangkap menjadi nahkoda karena mereka beda kepentingan. Nahkoda pasti bicara masalah keamanan dan keselamatan. Sedangkan pemilik kapal bicara bagaimana meraup keuntungan”.

“Selain itu, Pemda dan Polisi juga akan mengaudit semua kapal. Jangan ada lagi ada kapal 3 deck tapi kenyataanya hanya berijinkan 1 deck, serta kelebihan muatan kapal”.

“Khusus kepada Polisi, saya minta semua pihak yang bertanggungjawab harus diproses. Saat ini proses hukum sedang berjalan, dan tidak mustahil jumlah tersangka akan bertambah”.

“Saya pastikan pemerintah akan menangani masalah ini dengan serius, karena ini adalah masalah serius”jelasnya.
*Ps)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here