Pemerintah Harus Apresiasi OrangTua/Wali Murid Yang Mendaftarkan Anaknya Bersekolah,Demi Masa Depan Bangsa&Negara

0
152

DEMIMASA.CO.ID-BATAM
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)bukanlah  masalah baru dikota Batam,melainkan menjadi permasalahan yang selalu timbul tiap tahunnya.
Hal ini sudah berulang ulang dan menjadi kecemasan bagi orang tua/wali murid yang hendak mendaftarkan putra/i nya untuk bersekolah.kurangnya daya tampung gedung sekolah negeri dipastikan menjadi salah satu pemicunya.keresahan orang tua/wali murid ini dinilai gagalnya pemerintah kota Batam dan provinsi  untuk membenahi infrastruktur gedung sekolah.

“sudah seharusnya mereka pejabat yang membidangi malu dan atas kejadian ini,ungkap salah seorang wali  murid (IT),baiknya mereka  berbesar hati sajalah untuk mengundurkan diri,sebab ini sudah memalukan sekali ujarnya.IT seorang wali murid yang berdomisili di salah satu perumahan  Batuaji,menyesalkan atas putranya belum diterima disekolah tingkat Menengah kejuruan dibatuaji. persoalan kurangnya daya tampung sekolah menjadi penyebabnya,dan telah bertahun tahun itu saja masalahnya.”tiap tahun,ini saja masalahnya,bukan memberi apresiasi kepada kita orang tua wali murid karena telah antusias menyekolahkan anak untuk bekalnya sebagai penerus Bangsa dan negara,ini malah ditolak disekolah,karena gedunglah ,karena nilai anaklah,ungkapnya dengan mata berkaca-kaca kemedia demimasa.co.id.(Rabu,11/07/18)

lebih lanjut ibu janda ini masih berharap anaknya bisa bersekolah disekolah negeri, sebab menurutnya penghasilannya  yang pas-pasan sebagai penjual gorengan tidak sanggup untuk kesekolah swasta.”saya tidak memiliki suami lagi,kalaupun ada penghasilan hanya pas-pasan saja dari menjual gorengan”katanya terlihat sedih.

Adapun penyebab Orang tua/wali murid berlomba lomba memasukkan anaknya ke sekolah negeri karena faktor ekonomi, sebab menurut mereka sekolah swasta dinilai masih memberatkan.salah satu solusi yang diterapkan pemerintah saat ini yaitu memberlakukan sistem zonasi,sebab cara ini dianggap bisa mengatasi  permasalahan  yang ada serta memberikan kwalitas pendidikan kedepannya sesuai himbauan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.atas aturan maupun  himbauan tersebut  tidak sedikit orang tua yang kewalahan terlebih ditingkat sekolah dasar dan menengah pertama.

Penerimaan peserta didik baru ditingkat sekolah Menengah Atas terlihat aman dan kondusif dilapangan.seperti di SMK 1 Batam pada hal sekolah ini seperti tahun tahun  sebelumnya menjadi rebutan calon peserta didik baru.tetapi tahun ini tidak terlihat ada kerumunan orang tua/wali terlihat aman dan kondusif,hanya saja ada beberapa orang tua dari lingkungan tersebut  datang untuk  menemui kepala sekolah,namun tidak ada keributan sebab kepsek SMK 1 tersebut bisa menjelaskan permasalahan yang ada.sehingga ibu ibu tersebut  bisa mengerti dan kembali kerumahnya masing masing.

Saat dikonfirmasi media ini  kepada kepala sekolah (Lea) terkait penerimaan peserta didik baru terkait zonasi atau rayon ia mengatakan
Sistim zonasi/rayon untuk sekolah tingkat menengah kejuruan tidak berlaku disekolah tersebut,sesuai yang disampaikan kepsek SMK 1 Batam ibu Lea kemedia ini,sistim zonasi dan rayon tidak berlaku ditingkat sekolah menengah kejuruan melainkan calon peserta didik baru yang diterima disekolah tersebut berdasarkan nilai Ujian nasional,tes tertulis dan  wawancara,berdasarkan ranking dan sesuai daya tampung gedung sekolah.
“Nilai un, nilai raport dan nilai tes tertulis serta wawancara. Diambil berdasarkn ranking sesuai daya tampung”katanya melalui pesan selulernya.(*Ps

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here