Ingin Bersekolah,Pasrah Dan Teteskan Air Mata,Ini Tanggapan Anggota DPRD Batam Muhammad Jepry Simanjuntak

0
616

DEMIMASA.CO.ID-BATAM
Penerimaan peserta didik Baru (PPDB) tingkat menengah Atas ternyata masih ada sejumlah persoalan,sebelumnya telah diberitakan media ini penerimaan ditingkat menengah atas tersebut aman dan kondusif.ternyata sampai saat ini orang tua/wali murid harus berjuang bersama anaknya supaya diterima bersekolah.sekolah menengah kejuruan menjadi pilihan pavorit anak tingkat menengah atas hanya saja kuota/daya tampung belum memadai persetiap kecamatan yang ada.bukan hanya itu saja persoalan lainnya yang dikeluhkan orang tua/wali murid tidak tersedianya Jurusan
Pilihan anak sesuai keterampilan dan keinginan yang diminati.

Persoalan dimana tidak tertampungnya peserta didik baru tingkat menengah atas  tahun 2018 sangat meresahkan orang tua/wali murid,salah satunya ibu Jo,dimana sampai hari ini anaknya belum bersekolah,dia mengatakan kemedia ini,dia bersama anaknya sudah mendaftar dengan cara online ke SMK 1 batuaji,dan memang tidak ada pilihan lain sebab SMK terbatas di daerah tersebut.”anak saya telah mendaftarkan secara online ke SMK 1 tapi hasilnya tidak diterima,dan saya sudah mencoba secara offline belum juga ada panggilan,tuturnya.

Saya hanya bisa berharap anak saya bisa bersekolah untuk menggapai cita citanya kedepan,sekolah negeri menjadi pilihan saya memang karena keadaan ekonomi kami terbatas,ucap ibu ini yang mengontrak di perum paradise  batuaji,kalau anak saya kesekolah swasta maaf saya tidak sanggup,memenuhi kebutuhan keluarga sehari hari saja saya sudah kekurangan. katanya terlihat menitikkan air mata.

Lain  dengan ibu Kel,telah mendaftarkan anaknya dengan online sesuai aturan panitia PPDB,dan bahkan sudah mendaftar secara offline belum juga ada informasi dari pihak sekolah.ibu Kel yang berdomisili kecamatan Sagulung tersebut mengeluh dan terlihat pasrah,”lihatlah anak saya ini aku tak sanggup lagi mau berbuat apa” ujarnya,sambil menunjuk anaknya yang terlihat menunduk dan menutup diri.

Terkait persoalan tidak tertampungnya anak didik baru tingkat menengah atas salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Batam, Muhammad Jepri Simanjuntak menanggapi dan  mengatakan kemedia ini langkah yang harus diambil adalah Disdik Kepri harus memberi kebijakan khusus terhadap penerimaan peserta didik baru,sebab ini sudah menjadi kewenangan Disdik Propinsi.
“Ini yang menjadi perhatian kita semua
Pertama dinas pendidikan propinsi harus memberikan kebijakan khusus mengenai PPDB tersbut” katanya.ada beberapa masalah yaitu kewenangan penerimaan peserta didik baru tingkat atas ada didisdik propinsi Kepri.
“Yang menjadi masalah tingkat untuk  menengah atas menjadi kewenangan provinsi berdasarkan UU 23 THN 2014” katanya,ia melanjutkan, “tidak ada kesiapan Disdik Provinsi untuk menyikapi permasalahan PPBD tersebut,
Dengan mengasumsi berapa jumlah siswa lulusan SLTP dr jumlah ruangan dan ketersediaan Sekolah Menengah yanng ada.katanya.

Terkait Gedung sekolah kata Jepri Simajuntak, khusus kecamatan Sagulung dinilainya masih ada keterbatasan dimana Sekarang  ini hanya ada SMA,5,17, 18 dan 19 yg baru.dalam hal,peserta didik baru yang belum diterima supaya dinas Disdik Provinsi bisa menerima semuanya,dan atas keterbatasan sekolah ia meminta supaya dibangun ditahun ini,terkait Anggaran Jepri simanjutak mengatakan masih bisa dianggarkan di APBD perubahan,dan bisa diketok  2 bulan Kedepan.
“Dengan keterbatasan sekolah ini kita meminta kepada dinas pendidikan propinsi untuk dapat memerima semua siswa yg ada,dan segera di bangunkan lokal di tahun ini,Mengenai anggaran pembangunan lokal di tiap tiap sekolah masih bisa di anggarkan di dalam apbd perubahan, demi kepentingan anak didik  kita,semoga APBD perubahan bisa di ketok bulan Agustus atau September.kata Jepri simanjutak mengakhiri.(*Ps

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here