Babak Baru,KPK Limpahkan Kasus Korupsi Kepengadilan Tipikor Untuk Disidangkan..

0
143

DEMIMASA.CO.ID-SURABAYA
Komisi pemberantasan korupsi/KPK melimpahkan kasus dugaan korupsi Ke Kepengadilan Tipikor Surabaya untuk segera disidangkan.
Kasus dugaan korupsi yang melibatkan dua unsur pimpinan dan 19 anggota DPRD Kota Malang.kasus dugan korupsi 19 anggota wakil rakyat ini dinyatakan telah  memasuki babak baru.

Pada hari selasa(24/07/2018)Terlihat
Sebanyak 18 orang tersangka anggota DPRD Kota Malang  tiba dikantor kejaksaan tinggi (Kejati) sekira pukul 07.35 WIB,dimana sebelumnya 18 orang wakil rakyat tersebut
tersandung kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun anggaran 2015 lalu.

Adapun mereka yang telah tiba dengan secara bersama sama menggunakan bus kejaksaan dan pengawalan ketat kepolisian.untuk selanjutnya Penahanan mereka akan dititipkan ke Kejati sembari menunggu proses sidang berikutnya.

Ke-18 orang tahanan KPK tersebut antara lain Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Suprapto, Sahrawi, Mohan Katelu, Salamet, Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti dan Heri Pudji Utami.

Selain itu juga ada Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Abdul Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Yaqud Ananda Gudban.

Asisten Pidana Khusus (Aspidus) Kejaksaan Tinggi Didik Farkhan A, membenarkan terkait pelimpahan ke 18 orang tersebut. Ia menyatakan, kejaksaaan dalam hal ini hanya menerima titipan tahanan KPK.

“Benar, kita hanya menerima titipan saja dari KPK. 13 orang kita tahan di Rutan Kejati Jatim, sisanya di Rutan Medaeng,” katanya kepada awak media.

Dalam kasus ini, fee yang diterima dua pimpinan dan 19 anggota DPRD Malang diduga berasal dari Wali Kota Malang Mochamad Anton dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemkot Malang Jarot Edy Sulistiyono. Hal tersebut berdasarkan bukti yang didapatkan penyidik dalam pengembangan perkara dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang TA 2015.

Belasan anggota DPRD itu menjadi tersangka setelah KPK melakukan pengembangan perkara ini. Dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang, KPK lebih dulu menetapkan dua tersangka, yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono. Arief diduga menerima suap Rp 700 juta dari Edy untuk pembahasan APBD Perubahan.Red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here