Kasus Korupsi,Kajari Sibolga Menunggu Tim Ahli Tiga Orang Tersangka Belum Ditahan

0
270

DEMIMASA.CO.ID -TAPTENG
Dugaan korupsi pembangunan Kantor Bappeda tahun anggaran 2015 Tapanuli Tengah (Tapteng) Kejari kota Sibolga belum melakukan langkah  penahanan terhadap  tiga orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka.
Adapun penyebab belum dilakukannya penahanan terhadap ke tiga orang tersangka tersebut,menurut kajari sibolga Timbul Pasaribu,karena masih dalam tahap penghitungan kerugian negara.

“Sudah ditangan ahli,lagi dihitung kerugian baru kita ambil langkah selanjutnya” katanya.kejari Sibolga tersebut juga berharap supaya bersabar sebab tinggal menunggu waktu.”Sabar, hanya menunggu waktunya itu”ucap Kajari singkat pada hari Kamis 26/07 lalu.kami kutip dari media  Sibolga post.

Sampai saat ini, tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Bappeda Tapteng tahun anggaran 2015 silam,belum terlihat ada perintah untuk dilakukannya penahanan terhadap pelaku korupsi tersebut.

Kajari Sibolga,Timbul Pasaribu manyampaikan kewartawan saat ditemui ketika hendak pulang dari rumah dinas Bupati Tapanuli tengah.
Bahwasanya pihak Kejari masih menunggu Tim ahli dalam menghitung kerugian negara.

Sebelumnya Dalam kasus ini, pihak kejaksaan telah melakukan penggeledahan di kantor dinas Pekerjaan Umum,(PU) Tapteng yang beralamat dikecamatan pandan,juga  kantor Dinas Pengelola  Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) yang berada di jln FL.Tobing.diketahui saat Kajari Sibolga Timbul Pasaribu telah melakukan konferensi pers dikantornya Beberapa waktu lalu 24/04.

saat itu dia mengatakan telah menetapkan tiga orang tersangka yakni,Bs selaku pejabat pembuat komitmen (PPK),BH(Direktur PT.CiptaNusantara,Pihak penyedia Barang dan Jasa)dan juga HM Pengguna Anggaran dan sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran(PA/KPA).

Dalam konferensi pers yang digelar saat
itu Ketiga orang
Disebutkan merupakan pelaku yang bertanggung jawab atas rusaknya bangunan kantor Bappeda, sehingga merugikan keuangan negara senilai Rp 4,2 milliar lebih.

adapun Sumber Anggaran yang dikorupsi berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK)untuk pembangunan Kantor Dinas BapeddaTapteng pada Tahun 2015 silam. dana yang dikorupsi ketiga orang yang telah ditetapkan tersebut Kajari mengatakan saat itu senilai  Milyaran Rupiah.“Besaran dana yang dikorupsikan oleh ketiga tersangka sesuai dengan kontrak pembangunan kantor Bappeda Tapteng yaitu senilai Rp 4.232.027.398 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),”ungkap Kajari saat itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here