Terkait Obat Habis Dipuskesmas Sei Pancur Kota Batam,inilah Tanggapan dr.Nur Aini

0
306

DEMIMASA.CO.ID -BATAM.
Terkait tidak dilayaninya seorang pasien warga Tanjung Piayu sungai Beduk beberapa Minggu yang lalu di puskesmas sei Pancur,sampai saat ini kepala puskesmas belum dapat ditemui untuk menjelaskan secara langsung meski orang tua pasien meminta untuk bertemu.

Pemberitaan media ini sebelumnya,saat seorang orang tua pasien warga Tanjung Piayu membawa anaknya(4th)untuk berobat,saat itu anak yang sedang mengalami sakit demam tinggi tidak mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas sei Pancur tersebut.adapun alasan yang disampaikan pihak puskesmas atau petugas saat itu dikarenakan stok obat sedang kosong(habis).

Saat itu,orang tua pasien meminta kepada petugas supaya memberikan obat penurun panas layaknya sebagai pertolongan pertama menimbang kondisi anak waktu itu yang sudah terlihat mengalami kejang.
namun tidak ada tindakan medis yang dilakukan layaknya menangani pasien yang sedang membutuhkan pertolongan.

“Saat itu saya meminta mereka memberi obat penurun panas ,layaknya sebagai pertolongan pertama untuk anak saya,namun mereka mengatakan kebetulan obat lagi kosong,saya tidak mungkin bertahan disana katanya.lebih lanjut ibu pasien mengatakan,waktu itu saya berharap mereka petugas puskesmas memberikan obat entah jenis apa sebab puskesmas tersebut saya tahu buka 24 jam dan dilengkapi fasilitas UGD.tuturnya.

Terkait hal ini orang tua pasien bersedia untuk menjelaskan secara langsung supaya tidak ada yang dirugikan dari pihak manapun, orang tua pasien mengatakan  bersedia bertemu dengan kepala puskesmas sei Pancur ibu dr.Nuraini selaku  pucuk pimpinan di dipuskesmas tersebut.
“Demi kebaikan semua pihak  dan supaya tidak ada yang dirugikan,saya bersedia menemui kepala puskesmas,dan bahkan saya telah melayangkan pesan singkat kepadanya,namun sampai saat ini belum dapat bertemu.katanya.

Bahkan Orang tua pasien diketahui sudah menyampaikan permintaannya untuk bertemu dalam hal memberikan keterangan kepada kepala puskesmas, dan bahkan sudah mempertanyakan terkait S.o.p yang diterapkan di pusat pelayanan kesehatan masyarakat Tersebut namun belum ada jawabannya.

hanya saja sebelumnya,kepala puskesmas tersebut telah membantah atas kekosongan obat dipuskesmas Sei pancur.
“terimakasih pak atas informasinya,Sudah saya lakukan konfirmasi sama petugas. Kalau yang bapak minta obat panas dari dubur memang tidak ada pak, yang ada obat oral baik tablet atau sirup. Terimakasih informasi bapak secepatnya saya akan pembinaan terhadap petugas”
Katanya melalui pesan wa.

Informasi terkait kosongnya obat beberapa Minggu lalu dipuskesmas Sei pancur Sei  Beduk ini sudah diketahui kepala dinas kesehatan kota Batam(ditulis detik global  news).namun penyampaian itu dinilai  tidaklah benar sebab
Pada saat itu, orang tua anak meminta mendapatkan  Pelayanan dan tindakan segera diambil layaknya sebagaimana pertolongan pertama melihat kondisi anak, tapi hal itu tidak dilakukan.

“saya kesana untuk berobat atas kondisi anak saya yang sedang mengalami panas tinggi,tidak mungkin saya memilih milih obat lagi,apalagi dikatakan meminta obat yang tidak standar,harapan kami hanyalah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan/ tindakan yang dianggap perlu sebab kami mencemaskan keadaan anak kami itu saja saat itu,memangnya kami lebih paham dari mereka? ucapnya.
Orang tua pasien sebagai warga yang bermukim di Tanjung Piayu berharap bisa mendapat penjelasan terkait pelayanan kesehatan di puskesmas sei pancur tersebut,terkait syarat dasarnya apakah ada yang perlu dipenuhi sebagai warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas.

“Untuk hal ini kami orang tua ingin mengetahui dan masih menunggu arahan dan penjelasan dari  kepala puskesmas sei pancur dan bahkan kepala dinas kesehatan kota Batam,dalam hal untuk mendapatkan  pelayanan kesehatan masyarakat
Dipuskesmas Sei pancur sungai beduk
Apa syarat dasar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan disana,apa tindakan yang harus dilakukan petugas medis yang ada di puskesmas ketika menerima pasien seperti anak kami”katanya mengakhiri/
D.Sembiring

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here