Konsep FTZ Menguntungkan Pemilik Pelabuhan Tak Resmi?

0
85

DEMIMASA.CO.ID–BATAM
Belum lama ini Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyampaikan Informasi kesalah satu media yang ada di Kepri terkait konsep KEK(Kawasan Ekonomi Khusus) yang akan diterapkan, menurutnya adanya tawaran dari pemerintah pusat konsep  KEK (kawasan Ekonomi khusus)akan lebih baik dari pada FTZ(Free Trade Zona).

“Pemerintah Pusat menawarkan KEK agar lebih bagus, karena FTZ sudah tidak cocok lagi diterapkan sekarang ini. Apalagi Batam sudah tak tentu lagi, mana kawasan industri mana perumahan,” ungkapnya.usai melakukan ibadah tarawih di Masjid Penyengat beberapa bulan lalu.harapan masyarakat terkait dengan itu dan  manapun yang  akan diterapkan bisa memberikan pertumbuhan ekonomi yang  baik dan  tentunya untuk kesejahteraan warga masyarakat Batam  kepulauan Riau.

Sejauh ini bagaimana  penerapan konsep Free Trade Zona/FTZ dilapangan?dan siapakah yang diuntungkan? sesuai investigasi Tim media yang tergabung dalam Assosiasi Media dan Jurnalis online Indonesia/AMJOI sangat mencengangkan terkait
pemberantasan peyeludupan barang – barang illegal di Kota Batam khususnya pelabuhan di sekitaran Punggur,ternyata pihak Bea dan Cukai Batam mengalami kendala karena tidak bisa bergerak  cepat dan harus menunggu waktu untuk penindakan dilapangan.

Salah seorang pejabat Bea dan Cukai Batam (namanya tidak ingin dipublikasikan
Kepublik )menuturkan pada Tim  media ini, Kalau kapal tersebut dalam posisi masih sandar tidak bisa di tangkap begitu saja, karena Batam FTZ, menurutnya dalam mengambil tindakan harus terlebih dahulu menunggu,
“Tunggu aja keluar dari pelabuhan tersebut lalu di tangkap di laut” ungkapnya.

Konsep  pengelolaan dikawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ)serta pelabuhan bebas Batam,menjadi kesempatan  bagi pemilik pelabuhan-pelabuhan tidak resmi/illegal. Hingga mereka leluasa melakukan aktifitasnya pada malam hari hingga subuh harinya.mereka para ‘pemain’ tetap melakukan  aktivitasnya  dengan lancar  tanpa adanya pemeriksaan dan pengawasan dari pihak terkait.pemeriksaan atas barang-barang seharusnya dilakukan terlebih dahulu saat sebelum dan hendak akan diberangkatkan.

investigasi tim awak media ini di salah  satu  pelabuhan Punggur dalam, pada hari Senin (20/08/2018) sekitar pukul 22.00 Wib para pemilik barang terlihat gelisah karena adanya patroli yang di lakukan oleh pihak Bea & Cukai Batam di tengah laut.
“Kapal belum bisa di berangkat kan mas…karena pihak Bea & Cukai masih patroli di tengah laut ” ucap salah seorang inisial RY kepada tim media ini.

ia menambahkan, kalau dilaut masih ada  kapal patroli, terpaksa keberangkatan kapal  ditunda untuk sementara waktu.hingga  menunggu situasi kondisif di tengah laut, ungkapnya.menurutnya pergerakan petugas harus dipelajarari dulu dan menyakini,ada waktu untuk melakukan aksi sebab petugas yang ada dilaut tidak butuh istirahat juga.
” tidak mungkin petugas Bea & Cukai Batam bisa bertahan selama 24 jam di tengah laut, pasti mereka mau istirahat juga ” ungkapnya.Red/AMJOI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here