Diduga,PT.Nsp Tidak Patuhi UU Tenaga Kerja

0
283

Demimasa.co.id -Batam
PT.NSP TEGHNOLOGI BATAM adalah salah satu perusahaan yang mempekerjakan Tenaga kerja(naker) berjumlah  Ratusan orang dikota Batam.belum lama ini
Salah satu dari tenaga kerjanya meninggal dunia,adapun  informasi yang  didapat  dari sumber media ini, ia mengatakan seorang tenaga kerja Tt(almarhum), posisi operator departemen spray,sudah sejak lama mengalami sakit
Namun almarhum (Tt)tidak memiliki banyak biaya untuk berobat sebab Tt, tidak memiliki asuransi kesehatan (BPJS kesehatan) yang seharusnya ia miliki sebagai tenaga kerja.

‘Dia itu(Tt)sudah lama sakit,namun selama ini terkendala dengan biaya, sebab dia tidak memiliki BPJS kesehatan’ungkap nya.tindak lanjut masalah ini disampaikan  sumber media ini telah diselesaikan  UPTD pengawasan ketenagakerjaan kota Batam,keluarga almarhum dikatakannya telah menerima santunan dari perusahaan untuk pemakaman sebesar Rp.19.jutaan.

“masalah ini telah dilaporkan dan diselesaikan di disnaker pak, keluarga sudah menerima sejumlah uang santunan dari perusahaan, jelasnya.
Pihak perusahaan saat dikonfirmasi terkait hal tenaga kerjanya,awak media ini mencoba mendatangi keperusahaan namun personalia  tidak dapat ditemui, melalui telpon
Dari pos penjagaan disana, personalia perusahaan tersebut mengatakan belum bisa ditemui karena masih ada tamu.
Terkait kasus tenaga kerja yang meninggal dunia,

ia mengatakan supaya mempertanyakan kedisnaker sebab menurutnya sudah diserahkan kedinas tersebut.”saya lagi ada pekerjaan,saya masih baru disini,terkait tenaga kerja silahkan ditanya kedinas tenaga kerja, sebab kami sudah serahkan semuanya kesana”. ungkapnya.

Hal ini dibenarkan salah satu pegawai UPTD pengawasan tenaga kerja kota Batam,”kasus NSP TEGHNOLOGI sudah selesai,tanyakan kepada keluarganya sudah diselesaikan secara undang-undang katanya.sikorban (sipekerja)hak-haknya telah  diberikan”ungkapnya.(tidak bersedia namanya ditulis).

Diduga,pihak Perusahaan tidak daftarkan Seluruh Karyawannya ke BPJS ketenagakerjaan & Kesehatan

Sesuai data yang diterima media ini sejauh ini PT.NSP Teghnologi Batam hanya mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan hanya sebanyak 146 orang peserta saja, sementara dari informasi karyawan disana jumlah tenaga kerja yang ada diperkirakan sebanyak 300-an orang.
“Perusahaan ini ada 2 gedung pak, mungkin kalau disatukan dengan gedung sebelah jumlah karyawan sekitar 300 orang ada pak,jam kerja kami 3 shif tapi
Untuk lebih jelasnya langsung ke Bagian HRD aja,katanya.

Undang-Undang  No 24 Tahun 2011 Pasal 15 ayat (2), setiap perusahaan (Pemberi kerja) diwajibkan untuk seluruh karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan, tanpa terkecuali.sudah seharusnya perusahaan ini patuh terhadap undang undang yang ada,ada jaminan kesehatan,jaminan kecelakaan kerja,ada jaminan hari tua bagi tenaga kerjanya.

Sejauh ini media ini masih menunggu data dari UPTD pengawasan Tenaga kerja kota Batam.terkait jumlah tenaga kerja yang sudah dilaporkan perusahaan belum dapat diketahui keseluruhannya, sebab media ini masih menunggu dari  Dinas tenaga kerja dan transmigrasi  dimana Saat ini dibawah naungan pemerintah provinsi Kepri.disamping tidak ada jaminan  kesehatan,Tenaga kerja yang dipekerjakan diperusahan ini juga masih ada yang menjadi buruh harian lepas sehingga belum mendapatkan haknya sebagaimana yang diatur dalam undang-undang tenaga kerja.(pantas.s)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here