Diduga Penerbitan Sertifikat Laik Operasi Belum Sesuai Prosedur

0
42

Demimasa.co.id |Batam
Terkait penerbitan Sertifikat laik Operasi (SLO) ketenaga listrikan untuk calon pelanggan listrik dikota Batam belum memenuhi aturan yang sudah ada. sebelumnya pemerintah pusat melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM)telah menunjuk beberapa Lembaga penerbit SLO tersebut untuk kepentingan standarnya Intalasi listrik yang akan disalurkan kecalon pelanggan(pengguna listrik)

Lembaga penerbit Sertifikat Laik Operasi (SLO) Keseluruhannya Ada 7(tujuh)di Indonesia diantara ketujuh lembaga tersebut ada 3(tiga) telah beroperasi dikota Batam,hanya saja akhir akhir ini khusus Batam disinyalir belum berjalan sesuai dengan yang telah diamanatkan undang-undang No.30 Tahun 2009 tentang ketenaga listrikan.

sebelumnya telah diberitakan media ini masih adanya pelanggan/konsumen pengguna listrik dikota Batam dimana belum memiliki sertifikat Laik operasi (SLO)atau tidak sesuai dengan standar keamanan yang telah ditetapkan.

terkait hal ini untuk mengetahui lebih jelasnya atas penerbitan sertifikat laik tersebut,Salah satu pemilik perusahaan konsuil Arifin Nasir,menyampaikan dalam penerbitan sertifikat Laik Operasi (S.L.O) baru- baru ini ia menjelaskan dimana terkait penerbitannya atau yang sudah ada,dinilainya belum sesuai prosedur yang berlaku.

Arifin Nasir (Konsuil dibatam)ketika di konfirmasi tim media ini,ia menjelaskan,sudah seharusnya untuk Perusahaan Penerbit S.L.O yang ada,harus bekerja sesuai dengan aturan undang undang.

“Secara prosedurnya KwH atau meteran listrik yang pasang oleh PT Bright PLN Batam seharusnya ada dulu Sertifikat Laik Operasi (SLO) milik calon konsumen/pelanggan.kalau tidak ada,tentu KWH (Meteran) listrik tidak boleh di pasang”kata Arifin.
Ia juga mengatakan,
Sewaktu dulu konsuil masih sendiri,atau sebelum ada saingan kita sudah tetapkan tanpa S.L.O Kwh tidak boleh di pasang,dan sampai saat ini itulah yang kita tetapkan dikonsuil kita”katanya.

Masih Arifin Nasir,Pada tahun 2013 sejak keluar aturan yang baru dimana di anggaplah Konsuil ini persaingan usaha,sebelumnya aturannya sangat ketat dan bahkan sekretaris menteripun tidak bisa masuk,jelasnya.
Terkait perusahaan konsuil Masih kata arifin, setelah bukalah yang baru ini menjadi persaingan usaha sendiri, tentu monopoli,ucapnya.

Adapun perusahaan penerbit S.L.O diseluruh Indonesia dijelaskan Arifin kembali yang telah beroperasi ada sebanyak 7(tujuh) perusahaan dan dibatam hanya ada 3 (tiga).

“Ada 7 di Indonesia sementara di Kota Batam baru 3(Tiga)perusahaan,ungkapnya.
Harapan Arifin Nasir, untuk penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) sudah seharusnya diterbitkan sesuai dengan prosedur kepada calon pelanggan listrik,pintanya.
tidak seperti yang ada saat ini, ada dugaannya,mereka perusahaan penerbit SLO tersebut Yang penting mereka bayar S.L.O,lalu sertifikatnya jadi.

“saya mohon maaf untuk PPILN dan Jasarindo ini saya tutup matalah yang penting bagi mereka bayar SLO dan SLO ini jadi, karena saya dapat info dan belum bisa saya pastikan, ungkapnya pada tim media ini baru baru ini.
Arifin juga menambahkan beda dengan konsuilnya dimana masih tetap komitmen dan berkerja sesuai dengan aturan yang ada.

“Kalau Konsuil kita komitmen kalau dulu kita dapat pelanggan mencapai 800/perhari.bulan lalu sekitar 400 pelanggan”katanya.
atas persaingan diduganya tidak sehat ia mengeluhkan terkadang kesulitan untuk menggaji karyawan di perusahaan konsuilnya dikarenakan persaingan dengan perusahaan yang ada.

“Dengan 400 pelanggan itu karyawan kami bekerja saat ini 11 orang,penggajiannya kadang kurang dan kadang kita tidak bergaji karena adanya saingan itu tadi
Yakni,PPILN dan Jasamerindo,
sebab untuk PLN maksimal 1000/bulan sementara perusahaan yang menaungi seperti ini ada 3 di Kota Batam, kalau sendiri dulu enak dan ketat ucapnya.
untuk zona menurut Arifin,tidak ada pembagianya sebab yang dulunya banyak mafia,meski tidak bisa instruktur mereka bisa gabung.

“Tidak ada bagi zona/wilayah dan tergantung kita aja, karena kontraktor – kontaktor dulunya nih banyak mafia, mereka gabung disini tetapi di instruktur tidak bisa,ungkapnya.
Dalam hal ini ada peluang baru ke PLN itu bukanlah mereka makanya seperti PPILN & Jasarindo kantornya pun kita tidak tahu dimana,sambil Arifin Nasir bertanya, terkait keberadaan kantor yang membidangi SLO tersebut.Ia menjelaskan kembali dimana keberadaan kantor PPILN dan Jasarindo yang tidak diketahuinya itu ,karena tidak menetap dan selalu berpindah pindah.

“Ya…pindah- pindah terus, Sama seperti tahun lalu,saat audit dari Menteri ESDM turun diambil acak data kita yang keluar SLO, (saat ditanya)mana bulan ini tanya ke kita ada 300 dan yang diambil 10 contoh lalu di survei kelapangan,dan baru di periksa apakah standar atau tidak dan Konsuil itu standar.ungkapnya.
penjelasan Arifin ketika menyampaikan perusahaan lainnya yang membidangi sama seperti perusahaan konsuilnya, terkait audit tapi tidak mendapatkan jabawaban.

“Saat itu saya singgung juga gimana dengan perusahaan yang lain yang membidangi S.L.O apakah di lakukan audit data di lapangan dan saat itu beliau hanya senyum aja”ungkapnya.
Menurutnya,Banyak kejadian keluar KWH (meteran) listrik tidak sesuai dengan SLO dan tidak enak kita melaporkannya, kata Arifin lagi.lebih lanjut ia mengatakan,
“Kalau Konsuil kita tetap melakukannya apabila dia tidak standar pada Kuil, contoh dua kabel instlasi listrik di pasang, harusnya 3 kabel dan itu tidak boleh atau tidak ada grounding, SLO nya tidak kita keluarkan dan kita lakukan pending,sebab
Banyak konsumen di Kota Batam ini pengetahuannya listrik nyala, lalu dibayar. dan kami bukan seperti itu,untuk pemasangan jaringan instlasi listrik harus tetap standar”katanya.Tim/Red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here