BP Batam Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Informasi Sejumlah Lahan

0
137

Demimasa.co.id |Batam
Badan Pengusahaan (BP)lebih dikenal sebelumnya Otorita Batam (OB),Belum lama ini Melakukan Siaran Pers untuk Menjelaskan adanya Permasalahan pemotongan lahan di
Tanjung Buntung kecamatan Bengkong, Kabil(Nongsa)serta titik Lahan yang ada disekitar sekolah SMAN 21 Batam.
Terkait lahan yang dinilai bermasalah itu akan menjadi prioritas untuk ditangani secara bersama sama dengan pihak kepolisian, khususnya yang menyangkut dugaan pelanggaran undang-undang seperti penyerobotan lahan,pengrusakan hutan lindung serta pencemaran lingkungan.

Untuk tindak lanjut atas beberapa lahan yang sedang banyak diperbincangkan tersebut,tim media ini mendatangi kantor kehumasan BP Batam untuk mempertanyakan kinerja dan langkah- langkah yang telah dilakukan oleh Badan Pengusahaan Batam tersebut.

Melalui Humas BP Batam,Sanzani ketika di konfirmasi tim media ini terkait permasalahan lahan di Tanjung Buntung dan Kabil serta di sekitaran SMAN 21 Batam,ia mengatakan hal tersebut lebih tepatnya ditanyakan ke Ditpam BP Batam, karena sudah di tangani oleh Ditpam atas perintah pimpinan agar segera membuat laporan polisi, kata Sanzani pada hari Selasa (4/12/2018) dikantornya.

“Kalau tindakan saya harus kroscek ke Ditpam sama lahan, karena tekhnisnya kan ada pada mereka, Ditanya aja langsung pak Edi kasubdit Ditpam. atau pak Sinambela di kantor Ditpam, ujarnya.

pengelola lahan tersebut serta nama perusahaan yang telah mendapat alokasi lahan dimana sampai saat ini masih melaksanakan kegiatan,Sanzani humas BP mengatakan tidak memahami, sebab menurutnya yang mengetahui atas lahan tersebut bukan dirinya, malainkan bidang lahan lebih memahaminya,dimana sebelumnya sudah diperintahkan oleh pimpinan supaya ditindak dan membuat laporan resmi.

“Saya belum tahu ada sama lahan,semua itu lahan lebih memahami karena perintah pimpinan segera di tindak dan buat laporan resmi, katanya.lebih lanjut ia mengatakan atas masalah lahan tersebut sesuai perintah pimpinan ada dua titik yakni tanjung buntung dan Kabil.

” kemarin terakhir perintah pimpinan segera di lakukan tindakan -tindakan selanjutnya, saya kurang hapal nama – nama perusahaannya, yang jelas ada dua titik Tanjung Buntung dan di Kabil” kata Sanzani.
Masih Sanzani,Jadi lebih detail informasinya ke Ditpam, biar dapat sumbernya dan saya sudah komunikasi dengan pak Dirpam, kekantor Ditpam aja di konfirmasi masalah tersebut, karena sudah ada perintah, saya mau cerita teknis takut slip, ucapnya.

Sungguh disayangkan,untuk memperoleh informasi disetiap kegiatan yang ada seharusnya telah dapat diketahui oleh masyarakat melalui bidang Humas BP Batam,sebagaimana tupoksinya di kantor Badan pengusahaan Batam tersebut,tetapi tidak,melainkan menimbulkan persepsi bagi sejumlah wartawan yang ingin meliput disana saat itu.

terkait tindak lanjut lahan yang dipertanyakan,sanzani humas BP Batam mengarahkan keDitpam sebab menurutnya Ditpam lebih mengetahui dibandingkan Humas BP Batam.
arahan sanzani untuk langsung kepada Ditpam ternyata ditampik dan malah sebaliknya, sebab Ditpam BP Batam menanggapi agar wartawan mempertanyakan kembali kehumas BP batam.Ia menanggapi hal tersebut baiknya dipertanyakan kepada Humas
Untuk menghindari duplikasi stepmen.
bagusnya konfirmasi kehumas biar jangan duplikasi stepmen,ujar Ditpam Sinambela.
ia menyampaikan bahwa BP Batam ini satu humasnya dan nggak mungkin dua, kalau konfirmasi itu patutnya kehumas bukan ke Ditpam dan ini salah.kata Sinambela.

“Kemarin itu turun kesana sama sama mereka,bagusnya kehumas bukan saya tidak mau dan tidak tau cuma biasanya mengenai hal-hal begini ke Bapak Toppan, jadi nggak mungkin saya bikin stepmen sendiri dan lebih baik kepada Bapak Toppan pegawai BP Batam biar satu suara dan satu informasinya”ungkapnya.

Kalau biasanya (masih kata Nambela)ada pekerjaan berdasarkan perintah dari mereka, di Dirpam itu tidak ada humas salah beliau kalau berkata begitu, tapi mohon maaf lah yah,saya belum bisa memberikan informasi terkait lahan Tanjung Buntung dan Kabil serta yang di sekitaran SMAN 21,katanya.

Menurutnya,yang punya data adalah bagian lahan dan saat Rakornas telah disampaikan dimana saat itu bagian lahan
Ada dan terkait tindak lanjut untuk melaporkan kepihak kepolisian.
“terakhir di Rakornas telah di panggil bagian lahan apa tindaklanjutnya, saat itu rencananya mau di laporkan kepihak kepolisian dan yang melaporkan itu siapa yang punya data, itu kan bagian lahan.
Kalaupun saya buka komputer datanya tidak ada, dan kalau saya mau membuat laporan polisi data apa yang mau saya bawa,ungkap Nambela.ia juga menyampaikan terkait batas lahan dan dukumen surat serta nama perusahaan tidaklah diketahuinya,sebab tugas Ditpam Hanya Pengamanan dan persuasif serta bekap tugas direktorat lahan.

“Sekarang batas lahan itu dimana dan siapa yang pegang suratnya, tentu Direktorat lahan,lalu informasi apa yang diminta dari saya, nama perusahaannya saya lupa, tugas kita pengamanan dan persuasif serta bekap dari tugas Direktorat lahan yang sepanjang kita lakukan, berita itu mencuat di media lalu ada perintah dari Halimar langsung pada Dirpam setelah itu ke saya saat itu juga turun kelapangan kita berhentikan langsung.katanya.

Terkait lahan kavling yang sedang diperjual belikan kepada warga dan legalitas serta tindakan yang sudah dilakukan,
Sinambela mengatakan,itu kita berhentikan dan beberapa hari kedepan dari kantor air ini kan informasinya berada di hutan lindung, masalah kesmes area Dam Duri Angkang itu di bawah kantor air BP Batam, kantor air mengadakan survei lapangan dengan Propinsi, setelah di cek kelapangan ukur kordinatnya ternyata bukan masuk kesmes area atau bukan hutan lindung untuk daerah Kabil.

“Mengenai sipembuat kavling itu ada suratnya, dulu waktu pembuatan suratnya tidak ada lagi Dirkim dan saat itu melalui tanda tangan pak Basgoro, Ada suratnya dan izin pematangan lahannya di keluarkan jadi yang di kerjakan dia sisa dari pekerjaan lama masih ada izinnya” kata Sinambela lagi.

Kalau mau lebih jelas informasinya coba hubungi nanti Bapak Binsar Tambunan kepala Kantor air dan limbah, artinya yang membawahi waduk -waduk di Batam ini adalah beliau.
“Terkait lahan di Tanjung Buntung itu memang hutan lindung, dan coba di tanya kekantor BP Batam saya takut salah memberikan informasi dan sekarang kalau kita lihat lokasinya itu berada di Kampung Tua, jadi untuk yang lebih akuratnya di tanyakan kembali ke BP Batam, tutupnya.Tim/Red

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here