Dualisme Akan Dihilangkan Kewenangan Dirangkap Walikota Batam?

0
188

Demimasa.co.id|Jakarta
Pemerintah kota Batam kedepan akan menjadi satu satunya otoritas dalam mengelola segala bentuk administrasi perizinan dikota Batam.sebelumnya kota Batam memiliki dualisme kewenangan yakni, antara pemerintah kota dengan Badan Pengusahaan(BP Batam).

Dualisme kepemimpinan tersebut, dinilai salah satu penghambat pertumbuhan dan percepatan kemajuan kota Batam disebab kan berbagai aturan administrasi perizinan,hal itu dinilai dinilai tidaklah
efektif bagi investor yang berminat untuk berinvestasi dikota Batam.

Dalam bidang administrasi perizinan,para investor harus dihadapkan kepada kedua pemerintahan tersebut disebabkan adanya kewenangan yang dimiliki Keduanya antara Badan Pengusahaan(BP Batam) dan Pemerintah kota/Walikota Batam.

Perlu diketahui, keberadaan BP Batam Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam(disingkat BP Batam) adalah lembaga/instansi pemerintah pusat yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2007 dengan tugas dan wewenang melaksanakan pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kawasan sesuai dengan fungsi-fungsi kawasan.

Sebelumnya BP Batam adalah Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau lebih dikenal dengan nama Otorita Batam. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2011 tentang Pengelolaan Keuangan pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, BP Batam adalah lembaga nonstruktual yang berbentuk Badan layanan umum.

Dari segi wilayah,kota Batam kepulauan Riau berbatasan langsung dengan beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia,hal itu dianggap sangat berpengaruh,dan seharusnya lebih maju dan cepat berkembang karena diyakini sangatlah strategis untuk mengembangkan berbagai usaha.tetapi hal itu dinilai belum dikelola dengan baik dan benar.

Atas beberapa persoalan yang ada di kota Batam,Baru ini pemerintah pusat melakukan rapat terbatas di Jakarta dipimpin Presiden Jokowi dan wakil presiden Jusuf Kalla serta menteri terkait dan dihadiri pejabat lainnya,
dualisme pemerintahan tersebut dianggap sebagai akar permasalahan yang ada.
Presiden RI,Joko widodo meminta Dualisme tersebut supaya segera diakhiri dan dihilangkan.
Hasil rapat terbatas yang digelar Presiden RI bersama sejumlah Menteri tersebut, kewenangan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) akan dialihkan kepada pemerintah kota, walikota Batam.

Dikutip dari laman resmi setkab.go.id, setelah mendengarkan informasi dari dunia usaha, keterangan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), pemerintah memutuskan akan menghapuskan dualisme di Batam, dengan mengalihkan kewenangan yang selama ini melekat pada Badan Pengusahaan (BP) Batam kepada Pemerintah Kota Batam.

“Tadi Presiden dan Wapres memutuskan dualisme itu harus segera dihilangkan. Itu berarti hanya ada satu, enggak boleh dua.  Segera hilang,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Pengembangan Batam, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/12) sore.

Artinya, lanjut Menko Perekonomian, untuk jalan cepatnya, kewenangan sebagai BP Batam sebagai tangan pemerintah di daerah itu akan dilaksanakan, akan dirangkap oleh Walikota Batam. Sehingga jadi satu dia tangannya, enggak dua.

Mengenai masalah perizinan, menurut Menko Perekonomian, dari sekarang pun sudah ada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di sana. Kalau sekarang masih ada 2 lantai, menurut Darmin, nantinya mungkin jadi satu lantai.

Ditegaskan Menko Perekonomin, pengalihan kewenangan BP Batam kepada Pemerintah Kota Batam itu akan dilaksanakan segera.

Diakuinya saat ini masih harus ada pencatatan macam-macam yang harus diselesaikan dan disiapkan legalnya. Tapi Darmin meyakinkan, akan diselesaikan segera. “Kita akan usahakan ya begitu tahun baru sudah satu tangan,” tegasnya.
Saat ditanya apakah dengan demikian BP Batam dibubarkan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, menjawab singkat, “Lebih kurang akan begitu.” katanya.     Redaksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here