UPTD. Pengawasan Tenaga Kerja Kota Batam Tidak Ketahui Jumlah TKA di PT.San Hai Plastik

0
176

Demimasa.co.id|Batam
Sebelumnya diberitakan grup media Amjoi(Asosiasi Media dan Jurnalistik online Indonesia) PT.San Hai Plastic yang Berdomisili di Tanjung Uncang kota Batam,dimana menampung limbah plastic diduga diinport dari luar negeri,selain itu Perusahaan tersebut mempekerjakan beberapa Tenaga Kerja Asing (TKA).

Tim media ini,mendatangi lokasi PT. San Hai Plastic,seorang pekerja disana bernama Tahe mengatakan, saya pekerja borongan disini, ini orang Tiongkok punya, saya sendiri berasal dari Cina Kalimantan dan bukan orang Tiongkok, kata Tahe terlihat gugup,(5/12/2018).
ia menjelaskan,Perizinan yang dimiliki perusahaan plastik tersebut sudah memiliki legalitas sesuai aturan yang ada.

“Dokumen perusahaan ini lengkap semua UKL – UPL/izin lingkungan hidup ada, kalau tidak percaya silahkan di tanyakan langsung Dinas terkait”katanya.
Untuk mengetahui lebih jelasnya Tim media ini berusaha mengkonfirmasi terkait legalitas perusahaan plastik tersebut,tetapi dia(Tahe) menyarankan untuk menemui management perusahaan tersebut.
“Kalau mau ketemu pimpinannya hubungi dulu ponsel manegernya, kata Tahe pada Tim media ini yang didamping seorang petugas keamanan.

“Pak Tahe kurang paham Bahasa Indonesia,Tenaga pendamping pak Tahe ada namun belum datang” ungkap petugas keamanan, tidak bersedia Menyebut Namanya,Ia(petugas keamanan keamanan
menambahkan,saya bekerja sebagai Security di perusahaan ini,masih 2 (dua) bulan dan kurang tau apakah mereka TKA, pada intinya mereka kurang memahami bahasa Indonesia, sebaiknya di tunggu dulu tenaga pendampingnya, ungkapnya.

Terkait perusahaan PT.San hai plastik seorang yang mengaku mantan pekerja disana,sedang hadir dilokasi perusahaan mengatakan ke tim media ini,ia menyampaikan bahsannya perusahaan tersebut mempekerjakan sebanyak 7 orang Tenaga kerja asing.
“seingat saya ada sekitar 7 orang tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan ini, kalau Bapak di perbolehkan Security masuk coba dilihat aja kedalam dan di pertanyakan izin dan kelengkapan dokumen mereka,katanya.

Selain itu, informasi yang didapat tim media ini dari sumber terpercaya,belum lama ini Dinas Tenaga kerja telah turun ke lokasi namun belum diketahui hal pembicaraannya.
“Pada tanggal 11-12-2018 rombongan dari Dinas Ketenagakerjaan telah mendatangi PT San Hai Plastic, tidak tau apa yang di bahas dalam pertemuan tersebut dan sempat menjadi perhatian para pekerja,ungkapnya.

Salah satu Staf Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintahan Propinsi Kepulauan Riau,UPTD Pengawasan tenaga kerjak kota Batam  Zalfirman, saat di konfirmasi Tim media ini(Amjoi grup) membenarkan hal itu, namun bukan untuk menangkap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di PT SAN HAI PLASTIC, melainkan untuk memeriksa dokumen keimigrasian Tenaga Kerja Asing Tersebut.

Zalfirman mengatakan,bahwa legalitas dokumennya lagi di urus, kawan memang ada kesana tapi dokumennya di lihat semua sudah ada. Dokumen ketenagakerjaannya sama dokumen keimigrasiannya ada, ungkapnya.

Dirinya menambahkan terkait jumlah TKA disana saya kurang tahu, karena yang turun bukan saya, saya hanya terima laporan saja, ujarnya.
Masih kata beliau, Yang penting kemarin Dana Pengembangan Keahlian dan Ketrampilan (DPKK) sudah mereka bayar.

“Anggota saya turun kelokasi PT SAN HAI PLASTIC  bukanlah bersama petugas Imigrasi, tetapi hanya anggota kita saja”cetusnya.
Inikan praduga, makanya kita kroscek dokumennya, kalau ada kita lihat kekurangan kita sempurnakan,  Data yang sudah saya terima kemarin saya tanya perkembangannya datanya sudah lengkap, kata Zalfriman.

Perlu kita pahami juga ada dua hal tentang ketenagakerjaan Asing sekarang di aturan yang baru klarifikasi tidak harus ada Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) makanya ada diaturan terbaru, jadi mereka ada yang menggunakan dalam rangka kunjungan pengusaha, tidak bekerja kemudian melihat momen itu mungkin berinvestasi di Batam atau sekedar melihat -lihat dan itu tidak perlu ada izin.

“Pemerintah telah memberikan kemudahan, jadi keberadaan orang asing itu dalam rangka monitoring, melihat produknya, bangunannya, Kalau TKA di pekerjakan sebagai operator  Forklift itu tidak boleh, tapi kalau sekedar menggeser boleh “cetusnya.

Jadi aturan dinamika sekarang yang di pakai penggunaan TKA Permen 10 tahun 2018 di situ ada kriteria, misalnya Direktur Dan Komisaris di salah satu perusahaan tidak perlu pakai izin lagi, Ada perubahan – perubahan yang telah di perbaharui oleh pemerintah untuk di berikan kemudahan masuknya investasi, namun tetap kita awasi.

“Terkait legalitas PT SAN HAI PLASTIC  tersebut, kemarin sudah saya suruh anggota saya minta kepada pengurusnya membayar RPKK dan terkait jumlah TKA  yang saya dengar laporannya ada 7 (tujuh) orang, menurut informasi dari anggota saya ” ucap Jalfriman melalui ponsel genggam selulernya beberapa waktu yang lalu.

Sementara berdasarkan informasi yang di peroleh awak media ini dari salah seorang sumber yang terpercaya mengatakan, bahwa pada hari Rabu tanggal 26 Desember 2018 sekitar pukul 11.00 WIB petugas Imigrasi kembali mendatangi PT SAN HAI PLASTIC dan dalam waktu tidak begitu lama pegawai Imigrasi tersebut langsung meninggalkan lokasi perusahaan.

Hingga berita ini di terbitkan pihak PT SAN HAI PLASTIC belum bersedia di temui untuk di mintai keterangannya, bahkan salah seorang yang di ketahui sebagai kepercayaan/Staf di perusahaan tersebut bernama Budi saat di hubungi awak media ini melalui WhatsAppnya dengan Nomor 085387236…tidak ada jawaban, malah sebaliknya melakukan pemblokiran agar tidak dapat di hubungi lagi, tentu hal ini patut menjadi pertanyaan berapakah jumlah TKA yang sebenarnya di pekerjakan di dalam perusahaan tersebut ?(Redaksi-Amjoi Grup).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here