Disdukcapil Kota Batam Dilaporkan Ke Ombudsman Republik Indonesia Terkait Dugaan Maladministrasi

0
238

Demimasa.co.id|Batam
Berbagai Kendala yang dialami sejumlah warga di Kota Batam,terkait pengurusan Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). meski beberapa warga sudah tergolong lama berdomisili dan menetap dikota Batam tetapi belum memiliki data-data kependudukan seperti Kartu Tanda penduduk dan kartu keluarga layaknya sebagai warga Batam lainnya.

Sebelumnya pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah berupaya untuk menuntaskan Perekaman bagi warga negara Indonesia yang belum memiliki elektronik Kartu Tanda Penduduk.
Untuk mewujudkannya,berbagai langkah-langkah telah dilakukan untuk Mempermudah masyarakat untuk melakukan perekaman e-KTP tersebut.
Salah satu langkah yang diambil adalah jemput Bola untuk menjangkau masyarakat seperti yang telah dilakukan di beberapa propinsi yang ada di Indonesia.

Irjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh memaparkan perkembangan perekaman KTP elektronik (e-KTP) saat rapat kerja dengan Komisi II DPR. Menurut Zudan, saat ini cakupan masyarakat yang sudah merekam e-KTP sudah 97 persen lebih.

“Untuk mengejar 3 persen ini kita lakukan jemput bola, gotong royong ke lima provinsi. Di Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Sulawesi Barat di akhir Janauri ini,” kata Zudan usai rapat bersama Komisi II DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta belum lama ini.

Zudan mengatakan, upaya jemput bola di wilayah Indonesia juga akan dibantu oleh Disdukcapil dari provinsi-provinsi tetangga. Selain itu, lanjut Zudan, upaya jemput bola juga dilakukan terhadap penghuni lapas di 514 kabupaten kota.

“Kita turun dua minggu ke sana dengan dibantu Dukcapil provinsi lain. 20 Januari jemput bola ke 514 lapas di kabupaten kota. Ke semua lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan,” ungkap Zudan kepada media belum lama ini.

Beda dikota Batam kepulauan Riau, untuk memiliki el-KTP masih ada Terkesan di persulit Didinas Kependudukan dan catatan sipil Kota Batam.pasalnya salah satu warga Batam Mengatakan untuk mendapatkan el KTP sangat sulit meski
Telah melakukan berbagai upaya untuk memiliki el-KTP tersebut layaknya seperti warga batam lainnya.
“Saya sudah mengurus El KTP tetapi berkas saya ditolak didisduk Capil kota Batam dengan berbagai alasan,kata Wili.

Menurut Wili, sebelumnya telah melengkapi beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,karena sebelumnya ia katakan belum pernah melakukannya perekaman el-KTP atau memiliki el-KTP.langkah awal yang dia lakukan sebagai syarat telah membuat surat pernyataan bermaterai
Biasa disebut, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTM)ditanda tangani bermaterai serta diketahui RT/RW dan pejabat Lurah setempat.

“Untuk berkas pengajuan untuk perekaman e-KTP sudah saya penuhi bersama istri saya,tetapi hingga sekarang belum juga bisa melakukan perekaman dan input data “ungkapnya.

Terkait pelayanan untuk pengajuan pembuatan e-KTP didisducapil kota Batam, A.Panjaitan sebagai Sekjen IPI(Ikatan Pemuda Indonesia) Propinsi Kepri mengatakan kepada media ini,Bahwa diDinas kependudukan Dan catatan Sipil kota Batam ada dugaan maladministrasi dan dugaan diskriminasi terkait Tidak memberikan Pelayanan Kepada warga.ia menyampaikan,dugaan diskriminasi tersebut sangat jelas,”kenapa orang lain dilayani hingga bisa mencetak e-KTP sementara warga lainnya tidak terlayani dengan berkas yang sama”kata Anton.

Terkait pelayanan disduk Capil kota Batam dikatakannya, sudah ia laporkan kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau.
‘”saya sudah melaporkan hal ini kepada Ombudsman RI cabang Kepri,laporan itu saya buat langsung, dengan melampirkan beberapa Berkas diantaranya Formulir Permohonan KTP dan fc ktp dan kuasa pelapor.katanya.
Selanjutnya ia menyampaikan terkait laporan yang buatnya telah diterima pada Bulan Maret lalu”.paparnya.

Adanya beberapa kendala warga Batam saat ini, sehingga belum memiliki e-KTP Batam dikarenakan berbagai persoalan yang ada,salah satunya tidak dapat memenuhi syarat dan ketentuan di kantor Disduk Capil kota Batam,sebagai mana persyaratan dalam hal itu,untuk memiliki el-KTP Batam harus memiliki surat pindah daerah asal dan berbagai dokumen persyaratan lainnya.

Terkait surat pindah datang dari daerah asal sudah dipenuhi,muncul masalah baru
Yaitu surat pindah yang telah diterbitkan sebelumnya dari daerah asal tersebut
telah habis masa berlakunya.sementara untuk penerbitan ulang surat pindah tersebut tidak bisa diurus lagi dari daerah asal karena berbagai faktor seperti,data pemohon tidak ada lagi di daerah asal, sebab sudah dipindahkan ke disdukcapil kota Batam.
adapun faktor lainnya,jarak tempuh kekantor Capil daerah asal terlalu jauh serta tidak adanya keluarga lagi daerah asal tersebut untuk pengurusannya Dan berbagai faktor lainnya.

terkait dengan ini Kepala dinas kependudukan dan catatan sipil kota Batam Drs.Said Khaidhar, hendak ditemui dikantornya terkait persoalan beberapa warga yang belum memiliki el-KTP dikota Batam melalui pesan singkat ia menyampaikan belum dapat ditemui karena ada acara di luar.
“Maaf lagi acara diluar”katanya.

Harapan warga yang belum memiliki el-KTP Batam,semoga ada solusi yang dapat diberikan Disduk Capil Batam,sebab Untuk mengurus surat pindah yang sudah habis masa berlakunya sangat rumit urusannya. kita harus kembali ke daerah asal untuk menerbitkan surat pindah ulang lagi.
“Sebelumnya saya tidak memahami, bahwasanya surat pindah daerah asal yang saya miliki ada masa jangka waktu berlakunya, hingga sampai sekarang saya belum memiliki el- KTP,meski saya sudah tinggal menetap dan bekerja di kota ini. Ujar Nini./Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here