PT.BS Diduga Lakukan Kejahatan Lingkungan

0
183

Demimasa.co.id | Batam  Pemerintahselalu proaktif untuk mensosialisasikan terkait dampak bahaya limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sekaligus mengangarkan dana yang besar Demi kebaikan dan kelestarian lingkungan.

Meski demikian,masih ada saja orang / pihak perusahaan yang tidak turut atas aturan dan undang undang lingkungan hidup,meski kegiatan pencemaran lingkungan tersebut telah dianggap sebagai kejahatan luar biasa.

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan limbah yang tidak dengan mudah bisa di buang begitu saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuang limbah B3 sehingga bahaya yang di timbulkan dapat di hilangkan. Limbah B3 perlu di olah dengan cara fisik, kimia dan biologi tujuannya adalah untuk menghilangkan bahaya yang terkadung dalam Limbah b3 tersebut.

Adanya dugaan pelanggaran berat lingkungan dilakukan salah satu perusahaan (PT.Bs) bertempat ditanjung uncang Kecamatan BatuAji,diduga limbah B3 jenis minyak(oli kotor) secara sengaja dibuang kelaut,dilokasi tersebut (areal kerja)warna air laut terlihat hitam pekat,diduga karena sudah bercampur limbah B3,jenis oli kotor hasil dari pemotongan beberapa kapal besar yang ada disana.

Informasi yang dihimpun dilapangan, adapun limbah B3 jenis oli bekas yang sudah mencemari lingkungan dan air laut dilokasi perusahaan,diduga sudah sejak lama terjadi.

Terkait temuan limbah B3 ini, media ini mencoba mendatangi lokasi PT.BS Batam,tapi sayang pimpinan perusahaan sudah tidak lagi ditempat.
“Management tidak ada lagi pak,ungkap petugas keamanan perusahaan disana.

Diketahui AH,selaku pimpinan Perusahaan telah dicoba untuk mengklarifikasi terkait pencemaran lingkungan disana,tapi belum ada tanggapannya,meski ia kembali mengirimkan pesan pendek dari selulernya,
“Ini dengan siapa”katanya menjawab pertanyaan awak media ini.

“Jika perusahaan tersebut  sengaja  membuang limbah ke sungai atau kelaut maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo. Pasal 104 UU PPLH sebagai berikut
Pasal 60 UU PPLH,
Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin.kata seorang praktisi hukum dikota Batam melalui pesan selulernya.
lebih lanjut ia menyampaikan,
di Pasal 104 UU PPLH
Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).
Katanya menanggapi.
Redaksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here