Pencemaran lingkungan Terus Terjadi dikota Batam,Penegak Hukum Diminta Untuk Tangkap Oknum pengusaha AH

0
85

Demimasa.co.id| Batam
Tingginya kejahatan lingkungan hidup di perairan Kepulauan Riau semakin hari semakin memprihatinkan,dan hal ini mulai terkuak siapa pelaku dan penjahat lingkungan tersebut.sesuai data yang diterima oleh media ini,salah satu pelaku pencemar lingkungan adalah oknum pengusaha berisinial AH.

Perlu diketahui,Belum lama ini BP Batam bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Pemerintah Provinsi Kepri dan juga LSM peduli lingkungan bekerja sama melakukan kegiatan pembersihan dan pemusnahan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) yang ditemukan perairan Nongsa, Batam.

Adapun kegiatan tersebut bentuk kepedulian berbagai instansi dalam menjaga Batam dari bahan-bahan berbahaya.
Sebelumnya, BP Batam juga sudah melakukan pemusnahan sekitar 100 drum limbah B3.  Selanjutnya,  limbah tersebut  akan dibawa ke KPLI (Kawasan Pengolahan Limbah Industri) Kabil.
Limbah B3 tersebut merupakan oil sludge atau limbah hasil pengolahan, penyaluran dan penampungan minyak bumi yang mengandung bahan-bahan logam berat yang berasal dari refinery minyak, ataupun sisa pembuangan dari kapal.apakah limbah B3 yang ditemukan diperairan Kepri tersebut ada hubungannya dengan perusahaan AH yaitu PT.BS?belum diketahui.
Menjaga lingkungan menjadi prioritas sudah seharusnya komitmen semua orang dalam menjaga kelestarian, kebersihan dan kesehatan lingkungan di wilayah Batam.

Namun upaya itu,seakan tidak di indahkan oknum pengusaha inisial (AH) diduga penanggung jawab perusahaan PT.BS.dikota Batam.
Limbah B3 diareal perusahaan yang ia kelola, diduga dibuang secara sengaja hingga diseputaran areal terlihat lingkungan sudah tercemar,air laut sudah terkontaminasi dengan limbah B3,jenis minyak bekas hingga terlihat warna air laut sudah menghitam.

AH,selaku pemilik perusahaan dikonfirmasi terkait pencemaran lingkungan yang terjadi  diseputaran perusaahan yang ia kelola,AH hanya mengatakan untuk hal itu tidak perlu dibesarkan-besarkan.
“Uda jangan dibesar besarin pak,katanya melalui pesan singkat dari selulernya.
Hingga berita ini diterbitkan, management PT.BS belum berhasil ditemui untuk memberikan klarifikasi ataupun penjelasan secara langsung.

terkait hal ini,salah satu pemerhati lingkungan kota Batam B.Situmorang ,sangat menyesalkan tindakan perusahaan PT.Bs,atas  tidak pedulinya pada lingkungan.”kita sangat prihatin dengan ini,seharusnya atas upaya upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait menjaga lingkungan, AH harus patuh dan taat hukum,kalau ini sudah kesengajaan AH perlu ditangkap,harus dilaporkan kepenegak hukum dengan bukti yang ada, sebab ini Adalah suatu Kejahatan luar biasa”.katanya.Redaksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here